Tuesday, 31 July 2012

adat komering adalah adat lampung juga


Prosesi Akad Nikah Ibas-Aliya Pakai Adat Komering

Fitri Yulianti - Okezone
Rabu, 23 November 2011 14:47 wib
detail berita
Ibas dan Presiden SBY usai prosesi siraman (Foto: Runi/okezone)
PROSESI adat Palembang telah ditentukan untuk akad nikah Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Ruby Aliya Rajasa pada Kamis, 24 November 2011. Adat Palembang yang digunakan lebih khusus adalah adat Komering.

Kejelasan soal adat Komering yang bakal mewarnai prosesi akad nikah Ibas dan Aliya didapat dari penata rias adat Palembang Jujuk Burhanan. Perias yang ditunjuk langsung oleh ibunda Aliya, Okke Hatta Rajasa ini mengatakan, adat Komering dipilih karena merupakan tanah kelahiran Hatta Rajasa.

“Keluarga Bapak Hatta Rajasa berasal dari Palembang, lebih khusus lagi Ogan Komering, salah satu satu kabupaten di Sumatera Selatan. Makanya, yang dipakai adalah adat Komering,” kata Jujuk kepada okezone yang menemuinya secara eksklusif di Jalan Jasa Marga No. 2, Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (22/11/2011) malam.

Pada dasarnya, prosesi pernikahan adat Komering tidak berbeda jauh dengan adat Palembang secara umum. Malah, tambahnya, waktu yang dibutuhkan untuk prosesi adat Komering secara utuh bisa lebih lama.

“Palembang itu luas, masing-masing kabupaten punya adat berbeda. Kalau ikuti upacara adat yang sebenarnya, seperti di Keraton Yogyakarta (pernikahan Raden Ajeng (GRAj) Nurastuti Wijareni dengan Achmad Ubaidillah-red) kemarin, tidak jauh beda. Kebetulan, Ibu dan Bapak Hatta Rajasa termasuk bangsawan di Palembang,” ujar pemilik tata rias dan dekorasi Dessy Wedding ini.

Ia menegaskan, ritual adat selama akad nikah di Istana Cipanas, Bogor, tidak akan digelar secara lengkap sebagaimana mestinya. Salah satunya, prosesi arak-arakan pengantin usai mengucapkan ijab kabul.

“Kalau kita melihat prosesi adat di kampung Komering, setelah akad nikah seharusnya pengantin diarak, bisa pakai kereta kencana atau tandu yang dibopong manusia. Kalau dulu, kita harus melakukan semua adat, mulai dari awal lamaran, tapi sekarang karena mempertimbangkan situasi, kita hanya lakukan cuplikan prosesi. Kalau mau menuruti adat Palembang, enggak cukup satu minggu,” tutupnya. (ftr)
 2  4
 

No comments:

Post a Comment

Post a Comment