Tuesday, 25 December 2012
suku kayu agung---part of sub ethnic lampung sungkai bunga mayang
Jumat, 20 Juli 2012
Suku Kayu Agung
tarian
suku kayu agung
Suku Kayu Agung, adalah suatu komunitas masyarakat adat yang berada di kabupaten Ogan Komering Ilir yang beribukota Kayu Agung di provinsi Sumatera Selatan. Wilayah pemukiman suku Kayu Agung ini dilintasi oleh sungai Komering.
Suku Kayu Agung dalam kesehariannya berbicara dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Kayu Agung dan bahasa Ogan. Bahasa Kayu Agung mirip dengan bahasa Melayu, walaupun banyak terdapat perbedaan. Suku Kayu Agung dalam lingkungan sesama orang Kayu Agung akan berbicara dalam bahasa Kayu Agung, tetapi bila berhubungan dengan orang Ogan, maka mereka akan berbicara dalam bahasa Ogan yang diucapkan oleh suku Ogan yang banyak bermukim di Kota Agung ini. Suku Kayu Agung ini selain hidup berdampingan dengan suku Ogan, di pemukiman mereka ini juga terdapat suku Komering.
Istilah "kayu agung" menjadi identitas suku Kayu Agung, mungkin karena komunitas ini adalah penghuni asli Kota Agung, sehingga komunitas suku mereka disebut sebagai suku Kayu Agung. Selain di kecamatan Kayu Agung, mereka juga tersebar di beberapa desa di wilayah kecamatan Mesuji pada beberapa desa seperti desa Sungai Sodong, desa Sungai Badak, desa Nipah Kuning dan desa Pagar Dewa. Secara sejarah suku Kayu Agung sebenarnya masih berkerabat dengan suku Ogan, dengan kata lain berasal dari satu rumpun yang sama.
acara pernikahan
suku Kayu Agung
Masyarakat suku Kayu Agung secara mayoritas telah beragama Islam, tetapi dalam praktek keseharian mereka, banyak dari mereka yang tetap menjalankan tradisi kepercayaan lama, seperti kepercayaan terhadap dunia roh. Mereka percaya kalau roh orang mati bisa kembali dan mengganggu ketentraman mereka. Oleh karena itu, sebelum mayat dikubur harus dimandikan dengan bunga dari bermacam-macam jenis agar roh dari orang yang mati lupa jalan pulang ke rumahnya. Mereka juga percaya terhadap dukun yang membantu dalam upacara pertanian, baik saat menanam maupun saat panen. Selain itu ada mereka memiliki tempat keramat yang dianggap sebagai tempat bersemayamnya roh-roh.
Kehidupan suku Kayu Agung dalam mempertahankan hidup pada dasarnya sebagai petani. Sebagian besar dari mereka hidup dari bertani pada persawahan di daerah rawa-rawa. Selain itu banyak juga yang memilih profesi sebagai pedagang serta membuat kerajinan gerabah dari tanah liat.
sumber:
archive.kaskus.co.id
gambar-foto: dimasprab.student.umm.ac.id
wikipedia
dan sumber lain
You might also like:
Suku Agta
Suku Dayak Gun
Suku Gia Rai
Suku Masarete, Maluku
LinkWithin
tag: Austronesian, Sumatra, Sumatra Selatan
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Reaksi:
3 komentar:
GREAT LAMPUNG24 Desember 2012 06:13
suku kayu agung adalah sub suku dari etnis lampung keturunan sungkai bunga mayang.yang karena pengaruh situasi kondisi lingkungannya yang berinteraksi dengan suku lain terutama ogan memberikan pengaruh dalam bahasa maupun adatnya.sama halnya dengan suku merpas di bengkulu maupun cikoneng pak pekon di banten dgn dipengaruhi sundanya.sehingga ada sedikit perbesdaan dengan sub suku masyarakat enis lampung lainnya namun secara umum ebih banyak persamaannya
BalasHapus
Balasan
hrs24 Desember 2012 08:59
terima kasih sekali untuk info tambahannya ya, menjadi masukan berharga bagi kami.
semoga dengan ini kita bisa bersama-sama turut mengangkat informasi tentang suku-suku di Indonesia.
salam kenal
Balas
GREAT LAMPUNG26 Desember 2012 02:32
he he he he,ya.saya juga sangat berterima kasih karena kepeduliannya dan perhatiaanya terutama tentang etnis lampung dan ke lampungan nya.baik berupa sub suku maupun yg lainnya.great
Suku Sungkai, Lampung.---sub suku etnis lampung
Senin, 17 September 2012
Suku Sungkai, Lampung
suku Sungkai
Suku Sungkai, adalah salah satu komunitas masyarakat adat yang berada di bawah tradisi hukum adat Pepadun Lampung. Suku Sungkai bermukim di wilayah Lampung
Suku Sungkai terdiri dari 7 Kebuwayan Besar, yaitu:
Buway Indor gajah (Segajah)
Buway Selembasi
Buway Perja (serja) yang ketiganya anak Putri Silimayang
Buay Harayap
Buway Liwa
Buway Semenguk
Buway Dibintang
Asal usul suku Sungkai, menurut cerita rakyat Sungkai, bahwa dahulu berasal dari daerah Komering. Dahulu banyak orang komering yang bermigrasi keluar dari daerah asal mereka di sepanjang aliran Way Komering, untuk mencari kehidupan baru pindah ke wilayah lain. Pada perjalanan migrasi, mereka membuka pemukiman baru (umbul) maupun kampung (tiuh). Perpindahan kali pertama oleh orang Komering marga Bunga Mayang yang kemudian menjadi suku Sungkai atau disebut juga sebagai suku Lampung Bunga Mayang.
Suntan Baginda Dulu (Lampung Ragom, 1997), mengatakan “Kelompok Lampung Sungkai asal nenek moyang mereka adalah orang Komering pada tahun 1800 Masehi, pindah dari Komering Bunga Mayang menyusur Way Sungkai lalu minta bagian tanah permukiman kepada tetua Abung Buway Nunyai pada tahun 1818 s/d. 1834 Masehi. Kenyataan kemudian hari mereka maju. Mampu begawi menyembelih kerbau 64 ekor dan dibagi ke seluruh Kebuayan Abung”.
Oleh masyarakat suku Abung, suku Sungkai dinyatakan berada di bawah adat Lampung Pepadun dan tanah yang sudah diserahkan Buay Nunyai mutlak menjadi milik mereka. Kemungkinan daerah Sungkai yang pertama kali adalah Negara Tulang Bawang, membawa nama kampung/ marga Negeri Tulang Bawang asal mereka di Komering. Dari sini kemudian menyebar ke Sungkai Utara, Sungkai Selatan, Sungkai Jaya dan sebagainya. Di daerah Sungkai Utara, banyak penduduk yang berasal dari Komering Kotanegara, mereka adalah generasi keempat sampai kelima yang sudah menetap di sana.
sumber:
achmadyani.wordpress.com: hubungan suku komering lampung
foto: margasungkaibungamayangbuaysemen.blogspot.com: asalusul suku lampung
wikipedia
dan sumber lain
You might also like:
Suku Yi
Suku Kerinci
Suku Dayak Beginci
Suku Karo Gugung
LinkWithin
tag: Austronesia, Lampung, Sumatra
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Reaksi:
2 komentar:
dian ardiansyah1 Oktober 2012 10:22
koreksi atas suku sungkai Lampung, bahwa suku sungkai bukanlah terdiri buway pemuka, Bahuga, semenguk, baradatu, dan barasakti, kelima buway tersebut adalah bagian dari sub suku Waykanan (buway lima Way kanan Lampung) ...........bahwa yang benar adalah Sub Suku Lampung Sungkai terdiri dari 7 (tujuh) kebuwayan besar yaitu : Buway Indor gajah (Segajah), Buway Selembasi, Buway Perja (serja) yang ketiganya anak Putri silimayang, kemudian Buay harayap, Buway Liwa, Buway Semenguk dan buway Dibintang...
Balas
Balasan
hrs3 Oktober 2012 01:43
wah...terima kasih koreksinya ya Dian Ardiansyah
segera diperbaiki..
Salam
Suku Aji (Haji)--marga haji---part of etnis lampung
Selasa, 14 Agustus 2012
Suku Aji (Haji)
Suku Aji, atau disebut juga sebagai suku Haji, juga sebagai Marga Haji, adalah suatu komunitas masyarakat yang mendiami wilayah di desa Sukarami Aji, yang terletak sekitar ±15 km dari kota Muaradua ibukota kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.serta 4 km dari ibukota kecamatan buay sandang Aji.
Desa Sukarami merupakan sebuah desa terpenting dalam sejarah suku Aji, karena desa Sukarami dan Kuripan Aji lah yang memelihara barang pusaka Sang Hyang Rakian Sakti (tokoh dalam mitos suku Aji).
Suku Aji, tersebar di sepanjang aliran sungai Selabung, sebuah sungai yang mengalir dari danau Ranau provinsi Sumatra Selatan. Suku Aji tersebar mulai dari provinsi Lampung, provinsi Sumatera Selatan dan provinsi Bengkulu.
Suku Haji dijuluki Raja Adat, Raja Hukum, Raja Basa “Pangeran Sang Aji Malihi adalah Raja Saka Aji Sai (marga Haji) yang mengadakan pepadun tentang bahasa dan adat dengan keempat Buay dari Lampung, Bengkulu dan Jambi yang menjadi wilayah kekuasaannya pada masa dahulu.
Suku Aji, pada umumnya hidup dari bidang pertanian, perkebunan kopi, perkebunan lada dan hasil bersawah. Masyarakat suku Aji sebagian besar adalah petani pribadi, mengolah tanah warisan leluhurnya.
sumber:
adityakhenzo.wordpress.com
wikipedia
dan sumber lain
You might also like:
Suku Abung
Suku Daya
Suku Komering
Suku Komering, Lampung
LinkWithin
tag: Austronesian, Lampung, Sumatra, Sumatra Selatan
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Proto Malayan: Suku Aji (Haji)---marga haji par of sub etnis lampung
Proto Malayan: Suku Aji (Haji): Suku Aji , atau disebut juga sebagai suku Haji, juga sebagai Marga Haji, adalah suatu komunitas masyarakat yang mendiami wilayah di desa Su...
Friday, 21 December 2012
Wednesday, 12 December 2012
Yahudi Eropa Melawan Pribumi Lampung
Yahudi Eropa Melawan Pribumi Lampung
Shodiq Ramadhan | Edisi : 145 - 3-17 Dzulhijjah 1433H/19 Oktober-2 November 2012 M
More Sharing ServicesShare | Share on facebook Share on twitter Share on email Share on print Share on gmail
HM Aru Syeif Assadullah
Pemred Tabloid Suara Islam
Kalangan ekonom dan praktisi atau pengusaha belakangan ini heboh dengan mencuatnya berita PT Bumi Resources TBK atau BUMI dilanda kemelut hebat. Perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia, milik keluarga Bakrie ini, dikabarkan mengalami kebangkrutan. Saham BUMI anjlog, drastis di bursa saham. Ironisnya partner Bakrie sebagai pemilik BUMI, Bumi Plc (pemegang saham 29%) yang dimiliki Nathaniel Rothschild, warganegara Kanada yang tinggal di Inggris, justru menggugat BUMI agar dilakukan investigasi terhadap aset senilai 637 juta dollar
AS. Pihak Rothschild bagai membongkar borok BUMI yang notabene mereka ada di dalamnya kepada media internasional. Pertarungan internal di tubuh BUMI ini disebut-sebut sebagai perang antara Persatuan Yahudi Eropa melawan Pribumi Lampung. Konon “otak” pribumi Lampung adalah Nirwan Bakrie adik kandung Aburizal Bakrie alias Ical.
Disebut-sebut jika group Bakrie kalah dalam gugatan Rothschild, maka sejumlah tambang batubara di bawah BUMI yang merupakan tambang-tambang batubara terbesar di Indonesia, niscaya akan dimiliki atau “dirampas” Rothschild yang notabene seorang Yahudi. Implikasi politik yang harus diterima Aburizal Bakrie atau Ical niscaya bukan main dahsyatnya. Saat ini kasus yang menerpa Bakrie Brothers ini menguasai silang-sengketa di media sosial dan internet.
Ical yang kini foto dirinya dipajang sebagai baliho calon presiden dari Partai Golkar dan tersebar di seluruh Indonesia, “dijatuhkan” citranya dengan mencuatnya kasus BUMI ini. Namun menurut sumber Suara Islam, kubu dan tim politik Ical sangat tenang menghadapi penghancuran citra yang ditengarai berasal dari lawan-lawan politiknya menyongsong Pilpres 2014 mendatang.
Kedatangan Rothschild ke ranah ekonomi negeri ini mengingatkan peranan George Soros, yang juga seorang keturunan Yahudi dan ikut bermain—mungkin malah mengotaki—dalam krisis moneter yang melanda Indonesia pada Juli 1997. Hingga hari ini setelah krisis moneter Indonesia yang berubah menjadi krisis multidimensi itu berlangsung belasan tahun itu kini masih menyisakan eksesnya bagi negeri ini. Beberapa negara tetangga yang juga sama-sama terimbas krisis moneter 1997 itu, seperti Thailand, Hongkong, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, hanya dalam waktu singkat segera bebas dari kemelut ekonomi itu. Tapi Indonesia sampai belasan tahun masih terus menyisakan ekses, bahkan menanggung sejumlah, bunga hutang—seperti bunga obligasi rekap—yang diambil dari APBN setiap tahunnya. Disebut-sebut Soros bermain Valas dan menghancurkan nilai rupiah di mata dolar AS. Nilai tukar rupiah sebelum krisis Juli 1997 Rp 2000an/dolar AS, merosot tajam hingga Rp 16.000/dolar, dan hingga hari ini nilai rupiah berkisar Rp 10.000/dolar.
Dampak krisis moneter 1997 ditangani secara salah oleh presiden Soeharto, yakni dengan menerima tekanan IMF, di antaranya harus menaikkan BBM pada awal Mei 1998, sebelumnya diminta melikuidasi atau menutup 16 bank yang berakibat terjadi kekacauan ekonomi, orang berbondong-bondong menarik dana yang dimiliki di bank-bank (rush). Serenceng tekanan IMF, dipaksakan dengan agenda yang sebenarnya justru bukan merupakan solusi keluar dari krisis. IMF misalnya menekan pemerintah Soeharto harus segera melakukan, antara lain : devaluasi mata uang rupiah terhadap dolar AS, menghapus subsidi seraya menerapkan liberalisasi harga-harga barang di pasar, bahkan meniadakan kuota impor agar Indonesia menjadi pasar bebas.
Ditambah lagi dilakukan deregulasi sektor perbankan dan privatisasi BUMN karena dianggap sarang korupsi. Akhirnya korupsi harus jadi agenda terpenting dan harus diberantas setuntas-tuntasnya. Semua agenda IMF ini kini bisa dikaji sebagai bukan masalah urgent yang dibutuhkan bagi Indonesia untuk keluar dari krisis. Puluhan tahun jalannya ekonomi orde baru sebelumnya, misalnya berlaku oligopoly, monopoly di Indonesia, semua itu disaksikan IMF dan tidak menjadi pemicu krisis apa-apa. Seharusnya IMF memberi saran dan menekan Indonesia (baca Soeharto) untuk segera menstabilkan nilai rupiah dulu. Itulah yang dilakukan Malaysia yang menolak (janji) bantuan IMF dan akhirnya Malaysia justru keluar dari jerat IMF dan dalam waktu singkat bebas dari krisis moneter yang juga melanda Negeri Jiran itu. Soeharto yang dijanjikan mendapat bantuan lebih 42 milyar dolar AS ternyata, janji itu cuma gertak belaka dan bantuan yang diberikan dalam jangka bertahun-tahun kemudian hanya keluar 5 milyar dolar AS. Siapa di balik IMF ? Banyak analisis, menyebutkan dalam tubuh IMF bercokol tokoh-tokoh Yahudi. Dan Indonesia menjadi sasaran yang prioritas dan menjadi obyek eksploitasi.
Berdagang dengan Yahudi
Dalam ajaran Islam, Rasulullah Saw tak pernah melarang seorang Muslim berdagang dengan kaum Yahudi. Rasulullah Saw pun mempunyai hubungan sosial dengan sejumlah orang Yahudi. Tapi tatkala golongan Yahudi melanggar Perjanjian Hudaibiah, maka Rasulullah Muhammad Saw memerintahkan memerangi dan membunuh orang Yahudi yang ingkar itu.
Alhasil bagi seorang Aburizal Bakrie atau kelompok bisnisnya Bakrie Brothers yang mencoba menggalang kerjasana dengan Rothschild yang notabene seorang Yahudi tentu tidak ada larangan. Kelompok Bakrie malah mengklaim mereka telah menarik dana segar Rotshchild ke negeri ini. Tapi masalah Yahudi yang kini menjadi wajah tak terelakkan dari Zionis Israel, niscaya mempunyai implikasi politik dan ideologis. Itulah kebijakan politik luar negeri NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sejak era Soekarno dan Soeharto sebagai implementasi UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi. Israel jelas-jelas menjajah tanah dan Bangsa Palestina dan mencengkeram lebih setengah abad. NKRI sejak awal menentang Israel dan mendukung bangsa Palestina.
Sikap NKRI tentang dukungan terhadap perjuangan Palestina tak pernah bergeser hingga era reformasi dewasa ini. Tapi penentangan terhadap Israel dan Yahudi tampak cenderung melemah. Di era presiden Abdurrahman Wahid, hampir-hampir saja hubungan diplomatik dengan Israel dibuka, namun gagal diwujudkan karena mendapat protes keras dari umat Islam dan bangsa Indonesia. Muncul pula wacana-wacana bahwa berhubungan dagang dengan orang Israel tidak menjadi masalah. Malah tokoh Kadin yang juga bekas tokoh HMI Ferry Mursidan Baldan beberapa bulan silam menghadiri resepsi ulang tahun Israel yang diselenggarakan kedutaan besar Israel di Singapura. Ferry yang kini aktif sebagai tokoh partai Nasional Demokrat tidak peka terhadap kebijakan politik NKRI yang masih tetap menentang penjajahan Israel di Bumi Palestina. Lemahnya sikap menentang Zionis Israel Yahudi, rupanya juga menyeret Bakrie Brother untuk merangkul tokoh-tokoh pebisnis Yahudi seperti Rothschild dalam kerjasama bisnis. Buntutnya kini Bakrie Brother memanen perang melawan orang Yahudi itu dan membuat kelabakan. Bagaimana akhir “Perang Bubat” antara Yahudi dan Pribumi Lampung (daerah asal-usul Aburizal Bakrie) ini ? Niscaya saja umat Islam yang merupakan pemilik sah bumi pertiwi NKRI tidaklah ridho jika Rothschild menguasai tambang batubara raksasa terbesar di Indonesia bahkan di Asia itu. Wallahua’lam bissawab !
Artikel Terkait
Terlibat Skandal Perempuan, Ketua DPR Singapura Mundur
Inilah Pernyataan Resmi ICMI Atas Pelecehan terhadap BJ Habibie
BJ Habibie Dilecehkan, ICMI Kebakaran Jenggot
Kelompok Islam dan Sekuler Mesir Sama-sama Gelar Pawai Menjelang Referendum
Astaghfirullah, Tiga PNS Riau Positif Terkena Virus HIV
Baca Juga
Tidak ada artikel dengan kategori yang sama
© 2011 1432 H / 2011 M - Suara-Islam.Com Tentang Kami | Hubungi Kami | Sitema
Subscribe to:
Posts (Atom)